Masih cukup banyak orang yang masih alergi dengan dengan bisnis MLM. Di mata mereka bisnis MLM adalah bisnis abal-abal, bisnis tipu-tipu, layaknya bisnis money game (penggandaan uang), arisan berantai dan sebagainya. Memang tidak bisa dipungkiri, banyak perusahaan yang mengaku menjalankan bisnis MLM, tapi ternyata mereka menjalankan bisnis money game atau arisan berantai yang banyak merugikan pesertanya. Wajar, jika masih ada orang yang kapok ikut MLM.
Tidak semua bisnis MLM begitu. Banyak juga perusahaan MLM yang menjalankan bisnisnya dengan benar. Bahkan tak sedikit distributornya yang sukses, punya banyak duit, punya mobil mewah, dan sering jalan-jalan gratis ke luar negeri. Lihat saja sosok Alex IW dan Muhammad Ikhwan dari CNI, Louis Tendean dari Tianshi, Robert Angkasa dari Amway dsb. Mereka hanyalah sebagian pelaku bisnis MLM yang sukses. Mereka membuktikan bahwa bisnis MLM kalau dijalankan dengan benar, bisa menjadi alternative yang cukup bagus buat orang meraih impian, paling tidak sukses secara materi.
Dari ratusan perusahaan MLM yang ada dan muncul sejak tahun akhir 80-an, beberapa perusahaan itu sempat menjadi fenomenal di masyarakat. Sebut saja CNI, Forever Young (tutup tahun 2005), Amway, DXN, Sn Hope, Tianshi, UFO, Sophie Martin, dan dua tahun belakangan ini K-Link dan Nu Skin. Ada juga yang berjalan biasa-biasa saja tapi tetap punya tempat di pelaku bisnis MLM, seperti Oriflame dan Avon (kantor pusatnya di Jakarta tutup tahun 2006, tapi kabarnya akan buka kembali dalam waktu dekat).
Dari angka pelaku bisnisnya, tercatat cukup lumayan. Berdasar data APLI, tercatat bila tahun 1999 jumlah distributornya ada sekitar 3,9 juta orang., tahun 2000 menjadi 4,1 juta orang, lalu 4,2 juta orang pada tahun 2001, dan 4,7 juta orang pada tahun 2002. Angka ini diperkirakan meningkat sampai 5 juta orang pada tahun 2005 sudah bergabung menjadi pebisnis MLM.
Pelatihan distributor MLM
Dengan konsep yang sebetulnya didasarkan pada kasih yang tanpa pamrih, yaitu berharap orang lain untuk menikmati manfaat dari produk yang dipasarkan perusahaan MLM tersebut-meskipun nanti dalam prakteknya tentu akan berbeda karena MLM adalah tetap bisnis- bisnis MLM dipercaya banyak orang sebagai satu alternative menjadi pengusaha (entrepreneur).
Dengan resiko dan modal relative kecil, seseorang bisa menjadi pengusaha mandiri bila ikut MLM. Soal skill dan pengalaman tidak menjadi masalah, karena perusahaan tempatnya bernaung akan member pelatihan, mulai dari pengenalan produk, sampai cara menjual dan memperbanyak down line. Dia pun boleh mengatur jadwal sendiri, kapan jualan dan memprospek orang, misalnya. Selebihnya, dia dituntut kerja keras dan kerja cerdas, ulet, sabar , dan serius supaya bisa jadi kaya dan sukses. Sungguh menggiurkan! Anda tertarik?
(Daftar Perusahaan MLM akan diterbitkan pada ringkasan artikel berikutnya)
Sumber: Tabloid DUIT! 02/I/Juni 2006/Agustaman

0 komentar:
Posting Komentar