Ketika saya membaca artikel ini, yang kebetulan saya temukan sewaktu sedang berkunjung ke rumah adik saya di Pasuruan, saya jadi teringat dengan apa yang pernah diderita istri saya beberapa hari setelah lebaran kemarin. Kejadiannya mendadak sekali, waktu itu istri saya hendak bangun dari tidur, tiba-tiba badannya terhuyung terduduk kembali di kasur, dengan kepala yang pusing sekali, katanya. Awalnya saya menduga, pasti ini karena keracunan makanan. Sebab selama berbuka puasa, ditambah lagi saat lebaran, rasanya apa-apa masuk ke perut. Atas saran orangtua, saya lantas membelikan air kelapa hijau yang mendapatkannya susahnya minta ampun saat itu. Tetapi tidak ada hasilnya, istri saya tetap pusing.
Akhirnya, saya bawa ke dokter, menurut diagnosis dokter, istri saya terserang vertigo. Vertigo karena apa, belum ketahuan. Untuk itu diperlukan pemeriksaan lanjutan, saran dokter agar dilakukan pemeriksaan CT Scan., setelah saya menceritakan bahwa kami pernah mengalami kecelakaan lalulintas tujuh tahun yang lalu, yang menyebabkan istri saya mengalami trauma pada kepala, dan saya sendiri mengalami patah tulang pada tangan kiri.
Ternyata hasil CT Scan negatif, artinya tidak ditemukan adanya hal-hal yang mencurigakan seperti dugaan semula yang berkaitan dengan trauma kepala dulu. Jadi hasil CT Scan baik-baik saja.
Tetapi istri saya masih tidak baik-baik saja. Setiap obat yang diresepkan dokter neurolog habis, pusing-pusingnya tidak pergi-pergi. Akhirnya tinggal satu harapan untuk mengetahuinya, yaitu pemeriksaan darah, yang belum sempat dilakukan karena sibuk berkonsultasi dengan dokter bedah yang pernah menangani dulu. Dari hasil laborat baru ketahuan penyebabnya. ternyata kadar trigliserin dalam darah istri saya jauh melebihi ambang batas normal kadar trigliserin normal dalam darah. Disamping ada beberapa indikator lain, diantaranya nilai kolesterol baik yang kurang. Atas hasil laborat ini, dokter menyarankan untuk mengurangi kebiasaan pada sebagian besar wanita yaitu mengurangi ngemil, dan tentu saja juga olahraga yang teratur, meskipun hanya jalan kaki.
Sekarang istri saya sudah sehat kembali, meskipun masih agak gemuk sedikit, tetapi buat saya itu malah kelihatan sueeeeger. Hanya kadang-kadang saja masih mengeluh pusing-pusing, dan itupun bukan lagi karena trigliserinnya naik lagi, tapi tak lebih kalau gaji saya telat lagi. Leganya hati saya.
Jika Anda sering merasakan dunia tempat Anda berpijak seakan berputar hingga membuat Anda mual dan pusing, bisa jadi Anda terserang vertigo. Walau vertigo sebenarnya bukan suatu penyakit, tapi ini akan berakibat fatal jika tidak segera diatasi, apalagi bagi para wanita yang kurang melakukan aktivitas fisik. Vertigo itu sendiri adalah gejala dari sebuah penyakit. Seperti halnya suhu badan yang tinggi yang mengiringi sebuah penyakit.
Menurut Mohammad Saiful Islam MD, spesialis neurologi dari RS Graha Amerta Surabaya, definisi vertigo itu sendiri adalah gangguan pada sistem keseimbangan, halusinasi pada gerakan, perasaan seperti berputar, dan lingkungan sekitarnya akan terasa bergerak juga.
Rasanya seperti orang yang sedang mabuk perjalanan. Bila parah, maka Anda akan mengalami vertigo juga bisa mual dan muntah.
Vertigo Perifer
Ada tiga jenis vertigo, yang pertama adalah vertigo perifer, yaitu gangguan pada bagian tepi atau pada bagian sensor keseimbangan (labirin) yang berada di telinga bagian dalam. Beberapa gangguan yang termasuk vertigo perifer adalah memiere syndrome. Gejalanya adalah vertigo yang sangat hebat, mual, muntah, telinga mendengung, hingga pada gangguan pendengaran. Ada juga yang disebut vertigo posisional paroksismal. Pada penyakit ini, vertigo akan dirasakan ketika ada perubahan posisi pada bagian kepala. Biasanya dari posisi tidur ke posisi duduk, atau posisi duduk mau berubah ke posisi berdiri, maka penderita akan merasa vertigo.Untuk pengobatannya, harus diperhatikan penyebabnya. Khusus vertigo posisionalparoksismal, pengobatan dapat dilakukan dengan cara exercise.
Vertigo Central
Jenis yang kedua adalah vertigo central. Pada vertigo ini yang terganggu adalah bagian saraf (saraf yang menghubungkan sensor keseimbangan ke bagian otak) atau bisa juga pada bagian otak itu sendiri. Bisa berupa tumor pada saraf vestibular, yang akan menimbulkan gejala vertigo, pendengaran terganggu dan gerakan wajah juga terganggu.Bisa juga vertigo timbul karena serangan stroke. gejala awal adalah vertigo, semakin lama vertigo akan semakin berat.
Vertigo Sistemik
Jenis terakhir adalah vertigo sistemik. Disebabkan oleh penyakit pada bagian tubuh lain yang menyerang bagian tubuh yang lain. Contohnya adalah pada penyakit hipotensi (tekanan darah rendah), kelainan hormon endokrin, gula darah tinggi (yang akhirnya akan mengganggu darah yang mengalir ke otak), hipotiroid, dan juga anemia. Bisa juga disebabkan karena konsumsi obat penenang yang berlebihan.Untuk pengobatan vertigo ada dua macam, symptomatic dan pengobatan kausatif. Pengobatan symptomatic adalah pengobatan pada gejalanya. Sedangkan pengobatan kausatif, yaitu mengobati penyakit penyebabnya.
Untuk mengatasi vertigo, cara yang terbaik adalah dengan jalan mengobati penyebab penyakit sebenarnya, dengan demikian vertigo akan ikut teratasi.
Vertigo, Yang Perlu Diwaspadai
Bagi Anda yang ingin menghindari vertigo, ada beberapa hal yang perlu diwaspadai. Karena sebenarnya yang juga harus dihindari adalah penyakit yang menyertai gejala vertigo. Hal-hal tersebut adalah:
1. Kelainan pada Telinga
Jika Anda merasakan ada kelainan pada telinga, seharusnya Anda segera berkonsultasi pada dokter. Karena alat sensor keseimbangan berada di telinga bagian dalam. Misalnya, kemampuan pendengaran sedikit berkurang. Karena gejala vertigo biasanya disertai dengan kelainan pada pendengaran. Selain itu, perhatikan cara membersihkan telinga Anda. Cara yang salah juga dapat menyebabkan infeksi yang menimbulkan gejala vertigo.2. Kurang Aktivitas
Jika Anda merasa kurang beraktivitas fisik, Anda harus sangat berhati-hati. Apalagi bagi Anda yang seringnya hanya duduk dan tidur. Anda akan rentan terhadap gejala vertigo. Karena kemampuan keseimbangan Anda kurang terlatih. Jadi ketika Anda harus berada dalam keadaan yang membutuhkan keseimbangan dan gerakan, maka Anda bisa saja mengalami vertigo.
3. Trauma pada Bagian Kepala
trauma lebih khususnya di bagian permukaan telinga, maka Anda harus berhati-hati. Hal ini bisa juga disebut post traumatic. Karena bisa saja walau tak Nampak, tapi bagian keseimbangan Anda yang berada di telinga dalam rusak karena trauma Anda.
Sumber :Tabloid Nurani edisi 361 Tahun VII 2007

0 komentar:
Posting Komentar